Posted by: grosircelanajeans | February 25, 2011

ISTILAH-ISTILAH DALAM DUNIA JEANS

Berikut ini kumpulan istilah-istilah dalam dunia denim yang setidaknya menaikkan kita satu level lebih tinggi dari orang awam pada umumnya.

Ps: Sumber disadur dari berbagai bahan di internet dan dari forum.

Arcuate

Arti harafiahnya yaitu sesuatu yg menyerupai sebuah lengkungan. Pertama kali digunakan oleh Levis di kantong belakang celana jeans dengan double-stitching. Dikenal sebagai salah satu clothing trademark tertua di dunia. Levis mempatenkan arcuate stitching sejak tahun 1943.

Levi’s Arcuate

Broken Twill

Dibuat pertama kali oleh Wrangler. Pada dasarnya merupakan gabungan antara left hand twill dan right hand twill. Dibuat untuk mencegah leg twisting yang terjadi natural karena arah rajutan yg mengarah ke kanan atau ke kiri.

Broken twill, arah rajutannya zig zag

Chain Stitch

Merupakan teknik jahit yang paling penting pada celana jeans. Pada teknik jahit ini, dibutuhkan 2 buah benang yang akan saling mengunci satu sama lain dan membuat pola seperti rantai. Teknik jahitan ini merupakan salah satu teknik jahit yang akan menjamin kekuatan yang lebih dibanding jahitan biasa. Biasanya chainstitch digunakan di bagian-bagian yang merupakan stress point seperti inseam dan pinggang. Selain karena kekuatannya, jenis jahitan ini juga akan memberikan roping effect di bagian hem. Salah satu mesin jahit yang sudah digunakan sejak jaman dulu dan terkenal karena kemampuan membuat chainstitchnya adalah Union Special.

Contoh chainstitch di hem

Distress / Washed / Pre-washed

Proses untuk membuat celana jeans memiliki efek sudah dipakai sebelumnya. Bisa berupa bentuk-bentuk lobang kecil, robek-robek, atau paling minimum warna garis-garis muda dan efek ‘denim bleed’.

Downsizing

Downsizing celana jeans rata2 dikarenakan oleh perusahaan yg membuat celana jeans dalam vanity size (bukan true waist). Tidak ada specific rule untuk downsizing karena setiap orang mempunyai bentuk tubuh yg berbeda. Jika ingin downsize, disarankan untuk tau dulu berapa ukuran true waist anda karena terkadang ukuran celana jeans di merk lain tidak bisa dijadikan patokan. Downsize sendiri dilakukan orang juga untuk mendapatkan fit yang lebih slim ato lebih skinny. Banyaknya stretch juga harus dipertimbakan dalam downsizing.

Beberapa contoh celana jeans yang banyak di downsize atau mempunyai vanity sizing:
(Perlu diingat bahwa dibawah ini downsizing yang banyak dilakukan karna downsizing tidak bersifat sama untuk semua orang dan yang dibawah adalah downsizing untuk RAW/Unwashed SANFORIZED jeans)

Dior Homme: ukuran aslinya lebih besar 2 size dari tag. Contohnya dior raw 19cm tag size 29 mempunyai ukuran asli 31.

APC: Sama seperti dior homme, 2 size lebih besar dari tag.

Nudie: Kebanyakan orang sizedown 1 atau 2 dalam nudie. Contohnya untuk Thin Finn, banyak orang ingin mendapatkan skinny fit dengan turun 2 size dari ukurang pinggang sebenarnya.

Yang paling penting dalam downsizing adalah tau ukuran asli pinggang kita (actual waist size) dan size celana jeans tersebut, selalu cari size chart agar kita tau berapa size kita harus turun. Sebab mengambil contoh diatas, banyak orang downsize lebih dari 2 size dan masih bisa mendapatkan fit yang bagus.

Hem

Bagian dimana 2 potongan bahan menjadi satu. Ada lagi istilah hemmed, biasanya digunakan ketika kita ingin memotong celana jeans kita ke panjang yang diinginkan. contoh: “wah ini enaknya celana jeans gw di hem sampe segimana ya? 32/31?”

Honeycomb / Whiskers

Efek yang didapatkan ketika bahan denim yang keras terlipat di bagian tertentu seperti bagian belakang lutut dan paha bagian atas. lipatan-lipatan ini akan membentuk seperti sebuah pattern.

Indigo

Salah satu jenis pewarna yang paling tua di dunia ini yang bisa dilacak dari 10 tahun sebelum masehi dan masih digunakan sampai saat ini. Awalnya merupakan jenis pewarna yang dapat diekstrak dari tanaman indigofera, tetapi pada akhir abad 19, Adolf von Baeyer melakukan riset untuk membuat jenis pewarna yang sama yang dapat dicapai melalui proses sintesis kimiawi. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari kedua jenis natural dan sintesis ini, bahkan ahli indigo pun tidak dapat melihat perbedaannya.

indigofera

One-wash

Istilah yang pada umumnya dipakai untuk celana jeans unsanforized yang sudah di rendam sekali di air (liat juga: soak) untuk menghilangkan penyusutan.

Raw

Raw/Dry denim adalah bahan denim yang belum mendapatkan post-treatment, dalam hal ini yaitu denim yang baru selesai dibuat langsung dijual. Hal yang dapat dilihat untuk membedakan bahan “raw” dengan yg tidak adalah bahan raw cenderung keras dan warnanya lebih gelap. Biasanya setiap vendor celana jeans akan memberikan info lebih lanjut mengenai raw atau tidaknya produk mereka.

Uniknya raw/dry denim adalah memudarnya warna dyenya seiring dengan frekuensi pemakain. Dan efek pemudaran natural inilah yang menjadi daya tarik bagi para denim afficianado. Lain dengan denim yg prewashed dimana efek memudarnya telah dibuat secara artificial dengan mesin2 dan bahan2 kimia, raw denim akan membentuk efek pemudarannya sesuai dengan bentuk tubuh dan aktivitas si pemakai. Untuk memfasilitasi proses ini, biasanya raw denim jarang dicuci (pada umumnya setelah 6 bulan pemakaian effektif  baru dicuci).

Rivets

Sebuah benda kecil berbentuk bundar yang dipasang di daerah seperti pinggiran kantong, sebagai penambah kekuatan (supaya tidak cepat copot). Biasanya terbuat dari tembaga. Levis pertama kali memperkenalkan Hidden Rivets di kantong belakang, karena sebelumnya rivets di kantong belakang dianggap menggangu karena merusak sofa yang biasa diduduki dan juga saddle pada saat berkuda.

hidden rivets

Rope Dyeing

Teknik pewarnaan dimana ratusan benang dipilin bersama sehingga membentuk seperti tali (rope), lalu direndam di suatu kolam pewarna, setelah itu diangkat dan dioksidasi. Proses ini dilakukan beberapa kali sampai warna yang diinginkan tercapai. Salah satu keuntungan teknik ini adalah bagian permukaan benang memiliki warna yg lebih gelap dibanding bagian dalamnya, sehingga menimbulkan efek fading seperti vintage denim.

Sanforisation

Proses yang sudah dipatenkan, bertujuan untuk menyusutkan bahan denim sebelum dibuat menjadi celana jeans. Baca bagian shrinking untuk info lebih lanjut. Bacaan lebih lanjut: http://www.sanforized.biz/e_what.htm

Selvedge / Selvage

Istilah yang digunakan untuk denim yang membentuk edge-nya sendiri (self-edge), karena pada shuttle loom, rajutan denim dapat diselesaikan oleh loom itu sendiri, beda dengan denim yg dihasilkan dengan projectile loom, harus dipotong dan dijahit untuk menyelesaikan fabric-nya. Umumnya shuttle loom membutuhkan lebih banyak bahan untuk menyelesaikan fabric sehingga komposisi cotton yang digunakan lebih banyak, menjadikan bahan selvage denim lebih superior dari denim biasa.

selvedge

Selvage atau Selvedge adalah sama. Selvedge adalah untaian atau uliran pinggir yg paralel. tujuan dari pembuatan selvedge untuk menghindari kain yg sudah di tenun agar tidak dedel atau tenunnannya tidak terlepas. Untuk itu setiap pinggirnya akan di woven.

Untuk industri besar terutama bagi mills yg sudah mengunakan Big Loom atau machinery loom akan tidak dapat memproduksi selvedge line.

Biasanya mesin tenun tua dari tahun perakitan 1890-1930 masin tenunnya masih bisa membuat selvedge line.

Ok, kenapa selvedge kok warnanya beda?

Begini, di setiap denim mills terutama yg memproduksi sekala besar mereka akan membuat Color Band atau Color code untuk membedakan satu jenis fabric dengan lainnya. Maka dari itu kalo elo liat Selvedge line ada yg merah, ungu, biru, hijau dll.

Originally Levis selalu memakai Red Selvedge karen itu trade mark mereka. Kalo Samurai ada kawat silver linenya.

Kenapa Denim yg memiliki selvedge sangat Special?

Pertama, penampilan yg keren dan cool, terutama saat kamu cuff your celana jeans up. Kedua, denim ini sangat jarang alias rare dan special karena di buat oleh mesin tenun yg sudah berumur sangat tua. Yang ketiga, orang menilai fabric ini sangat Authentic, original dan vintage look serta memiliki karakter vintege look yg sangat kuat dari pada non selvedge denim.

Namun di dunae perindustrian yg sudah maju saat ini, sudah banyak denim mills yg dapat juga membuat selvedge denim dengan baik serta kekuatan yg sama seperti mesin tenun tua.

beberapa negara seperti China, Thailand, India sudah mampu membuat selvedge line dengan sangat baik.

Namun again nilai otentik dan originalitas akan lebih baik.

Di manakan selvedge itu berasal?

Orang masih banyak punya asumsi yg salah tentang asal selvedge line. Kita coba bikin summary yg jelas dan pendek.

Selvedge line itu berasal dari Amerika or USA tahun 1800an. Awalnya orang2 Amerika memperkenalkan metode ini karena dulu belum ada mesin Obras. Oleh karena itu mereka menutup pinggir fabric supaya hasil tenunnya tidak dedel or lepas.

Di era perindustrian yg di mulai 1930s, di mana pabrik2 denim di Amerika mulai memakai mesin loom yg otomatis alias yg lebih maju.

Nah orang2 jepang saat itu mulai membeli beberapa mesin dr USA, dan sampai sekarang masih di lestarikan di Jepang terutama di desa Okaya atau Rampuya dan mesin loom itu sudah puluhan tahun masih di pakai.

Nah hasil produksi dari old loom itu hanya bisa menghasilkan lebar denim 70-80 cm saja karena jaman dulu tidak bisa bikin denim lebar2

Soak

Seperti dari namanya, kegiatan untuk merendam celana jeans. Biasanya dilakukan di bathtub atau ember. Kegiatan ini dilakukan untuk menyusutkan denim ataupun sekedar mencuci denim. Pada teorinya, semakin panas air yang digunakan, denim akan lebih banyak menyusut.

Starch

Biasanya digunakan untuk membuat celana jeans menjadi lebih keras dan stiff. Semakin keras dan stiff, sepertinya semakin mudah untuk membuat crease dan honeycombs yang lebih kontras.

Shrinking denim

Mengapa kita butuh menyusutkan denim? Karena bahan dasar celana jeans pada umumnya terbuat dari bahan katun seperti bahan pakaian lain pada umumnya. Katun diredam air tentu saja akan menyusut dan akan membesar lagi jika direnggangkan.

Melalui proses sanforisation, penyusutan daripada celana jeans ini diminimalkan sampai dengan kira-kira 1%. Oleh karena itu untuk celana jeans yang udah di-sanforize, pada umumnya penyusutan tidak dibutuhkan lagi.

Akan tetapi pada celana jeans yang belum di sanforized (dikenal dengan sebutan: unsaforized denim) penyusutan masih bisa terjadi sehingga merubah ukuran celana jeans dengan signifikan. Oleh karena itu celana jeans yang belum di sanforized pada umumnya direndam dahulu sebelum dipakai. Perkiraan akan penyusutannya tidak bisa dibuat karena tiap celana jeans menyusut berbeda-beda tergantung bahan, temperatur, lamanya direndam di air dan faktor-faktor lain. Kami sarankan untuk membaca label atau menanyakan kepada expert local sebelum membeli celana jeans jenis ini untuk mendapakan ‘fit’ yang diinginkan.

Sumber: http://darahkubiru.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: